Apa kata Safir Senduk tentang Asuransi :

Apa kata Safir Senduk tentang Asuransi :

Sabtu, 22 Maret 2014

Aidil Akbar







DUKA BISA DATANG KAPAN SAJA
Yes betul, Duka Bisa Datang Kapan Saja.  Dan seorang Perencana Keuangan atau Financial Planner / Financial Advisor memahami dan mengetahui resiko tersebut.  Tidak percaya?  Coba diingat-inga, beberapa bulan lalu terkaget – kaget kita semua mendengar berita duka meninggalnya salah satu anggota DPR yang masih muda yang terlihat sebelumnya masih segar bugar.  Baru beberapa minggu lalu kita juga dikagetkan dengan berita  meninggalnya Kyai yang dikenal dengan Kyai sejuta umat.  Tidak lama berselang berita duka datang lagi dengan meninggalnya seorang Deputy Gubernur Bank Indonesia.  Kita semua kaget dan sedih.
Anywaaay buuusswaaayyy, Akan tetapi setelah duka dan kesedihan tersebut lewat banyak hal-hal yang harus kita perhatikan, khususnya kepada keluarga yang ditinggalkan.   Yang sering terlupakan tapi menjadi fatal adalah pembagian waris atas harta si pewaris (orang yang meninggal dunia).  Akan tetapi sebelum melakukan pembagian waris, ahli waris diwajibkan untuk melunasi utang-utang dari sang pewaris.  Untuk utang-utang yang besar seperti KPR atau kredit kepemilikan rumah biasanya sudah dilindungi oleh asuransi jiwa yang akan membayar lunas sehingga rumah tersebut secara otomatis akan langsung lunas dan menjadi milik ahli waris yang harus dibagikan warisnya.
Akan tetapi bagaimana dengan utang-utang lain yang tidak terlalu besar akan tetapi bertebaran dimana-mana.  Belum lagi utang-utang yang sifatnya konsumtif.  Utang ini berbahaya apabila tidak diketahui dan secepatnya dilunasi oleh ahli waris karena utang konsumtif biasanya mengenakan biaya suku bunga yang sangat tinggi.  Beberapa contoh utang konsumtif seperti KTA atau Kredit Tanpa Agunan (bukan kredit tanpa angsuran ya..) dan utang kartu kredit.
Banyak pihak beranggapan bahwa utang kartu kredit secara otomatis akan lunas atau hapus buku apabila pewaris yang berhutang meninggal dunia.  Sayangnya kenyataan ini belum tentu tepat.  Banyak perusahaan penerbit kartu kredit tidak mengasuransikan utangnya, dan dalam kasus ini maka ahli waris lah yang wajib melunasi utang-utang tersebut.  Beberapa orang berargumentasi bahwa sekarang sudah terdapat produk asuransi kartu kredit (credit shield) yang dapat kita beli.  Hal ini sudah tepat, akan tetapi ada beberapa hal yang harus kita perhatikan.
Pertama, cek apakah credit shield tersebut melindungi (asuransi) PHK, cacat tetap, dan bahkan melindungi dari resiko kematian (meninggal dunia)?  Kedua apabila melindungi dari resiko meninggal dunia, apakah saldo utang akan dibayar lunas atau membayar cicilan rutin?.  Ketiga yang tidak kalah penting adalah, apakah dana santunan dibayarkan langsung ke penerbit kartu kredit atau ke ahli waris.?  Terakhir cek premi yang dibebankan berbanding dengan saldo utang yang akan dilindungi.
Banyak asuransi jenis ini yang tidak transparan dalam membebankan biaya premi mereka dengan alasan saldo utang yang naik dan turun setiap bulannya.  Akibatnya kita justru membayar biaya premi yang jauh lebih besar.  Kalau kita mempunyai beberapa kartu kredit dengan saldo utang di kartu-kartu tersebut, sudah dapat ditebak biaya premi yang dibebankan ke kartu kredit kita akan bengkak.  Belum lagi biaya premi tersebut akan berbunga apabila tidak kita lunasi.
Jadi apa yang harus kita lakukan?  Carilah perlindungan atau asuransi yang memberikan biaya premi yang terjangkau.  Atau bisa juga dengan biaya premi yang sama akan tetapi nilai perlindungan yang lebih besar lagi.  Usahakan untuk mendapatkan pembayaran benefit kematian kepada ahli waris, sehingga apabila terjadi kelebihan dana dari pembayaran tersebut tidak hanya bisa dipakai untuk melunasi 1 kartu kredit saja akan tetapi bisa dipakai untuk melunasi utang-utang di kartu kredit yang lain atau bahkan utang lain (biaya rumah sakit dll).  Jenis asuransi ini memberikan opsi untuk menghitung Uang Pertanggunan bukan hanya berdasarkan besaran hutang tapi berdasarkan paket yang ingin kita beli, sehingga jumlah proteksi yang ingin didapatkan bisa lebih besar lagi.
Dengan cara seperti ini kita benar-benar bisa melindungi keluarga kita dari kemungkinan resiko meninggal dengan utang komsumtif yang besar, karena kita tidak pernah tau duka bisa datang kapan saja.
Salam,

UNITLINK, SERI 1
Huaaaaaaaaaahhhh…. Karena keseringan nge twit tentang Unitlink jadilah di kejar-kejar suruh jelasin tentang produk canggih yang di Indonesia namanya UnitLink ini… this is the produk we Love to Hate atau kebalik ya we Hate to Love? …
Anyway busway… penjelasan tentang UnitLink akan sangat-sangat panjang (mudah-mudahan bisa abis di seri ke 4 kayak ReksaDana yak) dan agak susah dicerna secara detil jadi pelan-pelan yaaaa….Intinya guys, produk ini sangat jelimet dan advance (sebenarnya) so please be carefull sebelum mengambil keputusan membeli (kalau belum terlanjur ngebeli / ketipu beli) ataupun meng cancelnya (kalau dah terlanjur beli n mau membatalkan).
Satu hal,  saya ingin buat statement & koreksi terhadap persepsi yang salah selama ini tentang saya dan Unitlink adalah bahwa:
Saya tidak memusuhi produk UnitLink, akan tetapi karena banyak (banyak bukan berarti semua yaaa…. ada juga yg bagus tapi jumlahnya dikit bgt) agen-agen asuransi yang secara sembarangan menjual produk ini ke sembarang orang… nah akibatnya banyak anggoa masyarakat yang salah beli produk ini sehingga mereka merugi…. jadi … saya tidak membenci produknya, tapi saya membenci orang yang SALAH jualnya…. (ingat ingat ingat yaaa..)
UnitLink (khusus untuk VariableLife) bukanlah produk yang jelek (udah berkali-kali yaa saya bilaaang hal inii…).  Sayangnya di Indonesia Unitlink yang ada lebih banyak (mayoritas) jenis Universal Life.  TAPI karena produk ini sangat advance dinegara asalnya (USA) membuat produk ini bukan untuk kita-kita middle class alias nmasyarakat umum di Indonesia, atau masyarakat kelas menengah yang masih bekerja.  Artinya, kalau kita masih bekerja dengan penghasilan cukup dan tidak punya masalah dengan membayar pajak penghasilan, kita bukan target pasar yang pas untuk produk Unitlink ini.  So, kalo kita beli kesimpulannya bisa tidak maksimal dan berakibat salah. (nah kebayang kan?…..kalau yang penghasilannya cukup aja salah beli, gimana dengan yang penghasilannya pas-pasan atau kurang….ngak cucooookkkk).
Jadi apabila dilihat Produk UnitLink itu isinya adalah penggabungan 2 produk keuangan yang dijadikan 1, yaitu gabungan antara produk Asuransi Jiwa & produk Investasi (dalam hal ini mirip dengan ReksaDana).  Kenapa dibilang mirip dengan ReksaDana karena ada beberapa hal yang sangat pokok yang menjadi titik lemah di UnitLink dibandingkan dengan investasi di ReksaDana … Nti akan dibahas detil yaaa…
Sooooooooo… balik yaaaa.. mumpung lagi semangat nulis nih…. jadi kalau membandingkan produk unitlink biar fair ya harus membandingkan dengan 2 produk yaitu Asuransi Jiwa + ReksaDana.  Karena saya suka banget analogi (katanya tulisan dan penjelasan gw jadi gampang di cerna…… makanaaaannn kali pakek pencernaan) marilah kita analogikan.
Misalkan kita terkena virus Batuk Hongkong (ada ngak yak batuk kayak gitu?…  (ngarang dotcom nih)… okelah pokoknya terkena batuk yang tiada henti.  Nah pertanyaannya… kalau kita  mau beli obat untuk mengobati batuk kita… lebih manjur (maksimal) mana minum Obat Batuk SAJA atau Obat Batuk yang ada buat pilek, panas, kurap, panu, kudis…( lho lho kok jadi kemana-mana )
Jawabannya jelaaaasss… Obat Batuk thok kan? Alias obat batuk aja tanpa embel-embel obat penyakit lain.  Artinya sesuatu yang dijual untuk kebutuhan spesifik akan mempunyai dampak maksimal bagi kebutuhan kita tersebut.  Dilain pihak sesuatu yang dicampur-campur dampaknya tidak maksimal dari masing-masing yang kita butuhkan…. contohnya yaaaa obat yang bisa sembuhin semua itu tadiiiiiii…..Nah, Obat batuk thok itu contoh apabila kita beli Asuransi thok dan ReksaDana thok, sementara yang dicampur-campur tadi adalah contoh UnitLink…. dah kejawab kaaaaann… no. 1 kenapa Financial Planner (termasuk semua murid-murid saya yang banyak ngomong di media-media itu tuuuuhhh)… selalu rekomen untuk beli secara terpisah…
Sekarang kita bicara masalah harga yah….  Pertanyaanya simpel, lebih murah mana beli hanya Obat Batuk tadi, dengan Obat Batuk plus plus yang bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit tadi????….. Dengan dalih bisa multi fungsi dan “menyembuhkan” berbagai penyakit, maka obat campur-campur tadi harganya biasanya lebih mahal daripada cuma sekedar Obat Batuk doang.  (Kalau ngak percaya Cepetaaaaaann ke apoteeeeekkk…cek harga.  Soooo… itu juga menjawab alasan ke 2 kenapa UnitLink kita anggap tidak maaaaaakkkkssiimaaaaalll…)
Sengaja saya / gw ngak mau pakek terminologi asuransi biar ngak susah yaaa…. untuk selanjutnya tunggu UnitLink seri 2… minggu ini…..cihuuuuuuuuuuyyyyyyyyyyyyy… banyak talkshow neeeehhh mudah2an sempet nulis yaaa..  ditunggu komentar-komentarnyaaaa
TABIK!!
UNITLINK, SERI 2
Komen-komen yang masuk di tulisan seri ke 1 tentang UnitLink saya cukup menggelitik.  Dari yang suka banget… sampai suka tapi komplain banyak tambahan tulisan ngak pentingnya… (haha itu namanya style bos).. sampai mungkin juga ada yang tersinggung sama tulisan saya… eh ada lho, eh beneran lho ada agen asuransi yang nulis pesan di facebook saya marah-marah mengatas namakan agen-agen lain yang katanya jualan unitlink (yeeee emangnya situ punya surat kuasa? Mewakilkan orang lain haha)…… kesimpulan saya sih, kalau kita sampai marah-marah berarti kita atau “dia” oknum yang melakukan kesalahan dalam menjual asuransi tersebut dengan cara yang salah.  Lha kalo ngak salah kenapa harus marah-marah tho? … so sit back and relax yaaa materinya masih panjang nih…
let’s continueee….  Anyway Busway… So jadi apa donk bedanya dengan asuransi yang lain??  Jadi produk asuransi jiwa di Indonesia itu ada 2 macam yaitu Tradisional dan Non-Tradisional (kok kayak tari-tarian yak pakek tradisional aja…. ).  Nah yang tradisional ini produknya ada beberapa.  Produk yang paling basic adalah Asuransi Jiwa Berjangka atau dikenal dengan TermLife.  Ini produk paling polos karena hanya asuransi jiwa murni thok tanpa embel-embel tabungan atau investasi.  Produk ini paling value for money dengan proteksi paling tinggi dan premi paling murah.  Inilah produk favorit saya dan produk favorit Financial Planner yang pada belajar / sekolah alias murid-murid saya…. (hayooooooo yang udah pada ngetop tapi pernah sekolah di IARFC pada ngakuuuuuuuuuu), jangan melengos, heran deh gitu aja ngak mau ngakuin hahaha.
Coba tanyakan ke agen asuransi kita tentang produk Termlife ini apakah mereka tau atau punya, kalo dia agen baru saya berani jamin 90% dari mereka bilang “wah ini produk ngak ada pak/bu”   (nggak ada ato emang nggak diajarin untuk jualan hayoooooooooooo)….ada kaleeee… atau mulai keluar jurus-jurus yang bilang…”wah bakal rugi kalo beli asuransi ini kan preminya hangus” lah.. dan lain-lain.
Biasanya kalo berhadapan sama Financial Planner seperti saya mereka (agen) yang coba-coba nawarin Unitlink ini baru keok deh ngak berani maksa lagi nawarin unitlink, trus baru mereka tanya ke head office untuk dapetin produk termlife ini… alhasil sebenarnya produknya ada, hanya aja tidak ditawarkan atau dijual atau di promosikan, sehingga agen pun cenderung melupakan produknya, wong komisinya juga kecil banget kan dibanding komisi Unitlink.
Produk tradisional berikutnya adalah WholeLife dan Endowment.  Ini produk pernah berjaya diawal tahun 1990an karena (ceritanya) menyempurnakan produk berjangka diatas, karena bagi kita-kita yang ngak mau rugi….(haha ngak mau rugi nih yeee… justru malah tambah rugi tauk???..).  Ngak mau rugi karena uang premi kita “hangus” maka dibuat produk ini yang preminya dibuat lebih mahal, biar ada kelebihan untuk dikelola oleh perusahaan asuransi yang dikenal dengan Nilai Tunai.  Besaran “bunganya” juga cuma  alakadarnya… …… sebenarnya sih simpel.. (ini simulasi buat contoh doang yaaaa… jadi jangan disalahin kalo angkanya salah atau beda, kalau mau lihat perbandingan aslinya coba minta simulasi ke 2 produk tersebut dari agen), nah  kalo produk termlife diatas kita bayar premi 2jt misalnya, produk ini dinaikin aja 2x lipat jd 4jt… dimana yang 2jt nya nti dianggep tabungan…… (makanyaaa jangan serakah napa…). Masih  banyak feature lain yang bisa dibahas tapi berhubung fokusnya ke unitlink yang fenomenal maka saya akan fokus di unitlink aja.
Nah produk Non-Tradisional ya cuma satu si Unitlink itu.  So jadi kalau bapak ibu sekalian beli produk ini begitu bayar premi langsung deh itu premi dipecah ke 2 keranjang. Keranjang ke 1 untuk bayar premi asuransinya, 1 lagi untuk investasi dan rekening investasinya terpisah. Orang banyak salah berfikir bahwa investasi di produk ini dijamin dan amaaaann….booosss SALAH besar…kl yang namanya investasi ya bisa naik n turun ngak ada yang aman dan.. ngak ada tuh yang dijamin (harganya)… (kalau mau dijamin beli BlackBerry dari operator tuh kan ada jaminannya … jangan BM alias black market biasanya Cuma jaminan toko #eeaa).
Kembali ke Unitlink yang tidak maksimal (dua-duanya baik asuransi & investasinya) secara singkat adalah, dari sisi proteksi asuransi coba cek polis asuransi unitlink kita, nah liat UP nya yang “Cuma” 50juta sampai 200juta, pertanyaanya cukup ngak uang sekian?  Sementara itu untuk investasinya, bisa diliat secara jelas kalau dibandingkan dengan Reksadana (malah yang dikelola oleh Manajer Investasi yang sama) UnitLink memberikan hasil yang lebih kecil.  Makanya tidak maksimal.
Cukup yak tentang produk yang ada… terus di tulisan edisi berikutnya akan dibahas kenapa kalo ini produk punya dosa besar (atau at least agen nya Yang salah jual deh… saya bilang yang salah jual yaaaa… yang bagus jualannya di kasih jempol ) lalu knapa nih produk masih ditawarkan?… nah lhooo nahh lhoo.. tungguin yaa tulisan edisi berikutya… (bocoran kayaknya tulisannya bisa sampai 5 atau 6 seri nih). good luck
Tabik!!
UNITLINK, SERI 3
Makin seru aja neh bahasannya… makin rame dan makin banyak yang komen2 tuh.. masih ada yang marah-marah tapi mayoritas muji… cihuuuyyy…ngeh yah? baru sadar kalo selama ini salah produk? trus gimana dooonkkk??? ….hayoo keep reading..
Marilah kita lanjutkan, anyway busway ..nah kalo sudah mengerti ditulisan sebelum nya bahwa ternyata UnitLink ini tidak maksimal lalu kenapa kemudian ditawarkan untuk orang banyak?.  Jawabannya adalah….  it’s all good baby… it’s all about business and about money.  Side Note (alias catatan samping), di Amerika (sewaktu saya jadi Perencana Keuangan, mulai tahun 1994 lhooo…. lama yaaa) produk yang diajarkan kepada kami waktu itu yaaa UnitLink ini… Di Negara Obama ini UnitLink dibagi menjadi 2 yaitu Universal Life dan Variable Life.  Ngak perlu kita bahas satu-satu apa itu karena ngak penting juga karena di Indonesia ngak ngaruh karena semua dinamai 1 yaitu: UnitLink tadi (bingung boos??).  Tapi 2 produk ini sering saya tanyakan ke agen asuransi yang suka ngajak berdebat tentang produk UnitLink, apakah mereka tau perbedaan kedua produk ini….. kalau ngak bisa jawab yaaaa… sebaiknya perdalam dulu ilmu Unitlinknya sebelum berdebat….
Ok balik ke materi… nah produk inipun sewaktu saya di Amerika termasuk dikategorikan produk Investasi bukan produk asuransi, knapa?  karena bobot investasinya (plus yang selalu ditawarkan/iming2kan ke nasabah) adalah feature investasi ini (naaaahhh disini nih bencana nya mulai).  Karena produk ini cukup jelimet dan advance serta termasuk kategori produk Investasi, Financial Planner yang ingin menawarkan produk ini di Amerika harus lulus ujian dan memiliki ijin Pasar Modal. Ujiannya susah banget and sereeeem bos seharian ujiannya … Intinya ini ijin paling tersulit dan levelnya tertinggi di Amerika Serikat.
Sejak Fenomena produk asuransi UnitLink di Indonesia akhir tahun 1990an awal tahun 2000an membuat asuransi jenis lain, Term Life dan Whole Life/Endowment, seakan-akan hilang ditelan bumi.
Kembali ke pertanyaan diatas, lho kalau produk ini banyak kelemahannya kok knapa di jual?  atau ditawarkan ke masyarakat umum?  (nah lhoooooo… knapa ya?).  Ada beberapa alasan mengapa hal ini terjadi.
1. Alasan pertama perusahaan asuransi selalu menyatakan adalah bahwa pemilik polis asuransi jiwa tidak menyukai bahwa uang yang mereka bayarkan dalam bentuk premi hangus alias ilang.
2. Kedua, sudah barang tentu profit ke perusahaan asuransi di produk Unitlink jauh lebih tinggi dari produk-produk lain.  Nah, jadi deh mereka lebih fokus jualan Unitlink ini… wong untungnya gede.
3. Produk Unitlink ini mengenakan biaya Premi yang tinggi, artinya perusahaan asuransi kemudian akan mengiming-iming komisi ke agen asuransinya juga lebih tinggi.  Semakin besar preminya semakin besar pula komisi yang akan diterima si agen. Makanya tidak heran kalau ada agen asuransi yang ngotot jualan Unitlink karena premi dan komisi yang lebih besar, bukan karena kebutuhan dari nasabah itu sendiri….
Naaaaahh, ketika besok-besok kita didekati oleh agen asuransi, tanyakan kepada diri kita sendiri, apakah kita membutuhkan produk asuransi sebagai proteksi atau sebagai investasi?. Supaya kita tidak salah dalam membeli produk keuangan tersebut (judulnyaaa… ngak bisa dirayu2 janji manis yak)…
Blom selesai nih masih ada lanjuutan no. 4, 5 dan 6 hahahaha panjang yaaa… mari kita kulitin teruuuuss ini produk… ingat ya produk ini sebenarnya produk bagus… yang jelek kalau salah jual ato salah beli… (kasiaaaann deh lu… hahahaha)

TABIK

UNITLINK, SERI 4
Masih penasaran dengan produk Unitlink ini? Mari kita lanjutan bahasan berikutnya.  Sedemikian banyak informasi dan berita positif dan negatif dari produk ini, pertanyaannya adalah sebenarnya dimana kelemahan dari produk ini?  Pasti Pengen tau banget kaaaan kelemahan dari produk ini dimana?  Ooohh biar dibilang fair juga dan bukan Financial Planner (FP) yang benci UnitLink (inget lhooo.. saya benci yang salah jual… bukan produknya, atau yang udah bener jualannya)… ngertiiiii?????  OK akan ada beberapa informasi disini yang seru nih.
Proteksi Asuransi Jiwa Minim
Sudah pernah disinggung ditulisan sebelumnya (lupa yang seri ke berapa), sewaktu saya jadi Financial Planner di Amerika di tahun 90an lalu (dah lama booooo… jd FP nya) produk UnitLink ini (variable life) termasuk produk investasi alias produk pasar modal, sehingga yang jualnya harus punya lisensi pasar modal (hayooooo regulator tanggung jawab nih urusan lisensi agen)…  Nah, di Indonesia karena produk ini di “perlakukan” sebagai produk Asuransi, maka mau ngak mau kita harus melihat sisi proteksinya dulu.  Nyatanya kan produk ini dikeluarkan dan ditawarkan oleh perusahaan asuransi jiwa tho?
Coba cek polis UnitLink yang kita sudah punya (salah beli nih yeeeeee….) atau yang kita sedang ditawarkan (dag dig dug….dag dig dug).  Perhatikan jumlah proteksi perlindungan yang ditawarkan ke kita, pasti nilai perlindungan alias proteksi yang ditawarkan “cuma” “hanya” berkisar antara Rp. 50 juta – Rp. 250 juta an (coba liaaaaaaatt.. hayo ngakuuuu bener ngaaaaak).  Apa artinya itu???  Artinya.. kalau kita meninggal dunia (amit2 jabang bayi ya jangan meninggal dulu… eits umur ditangan Tuhan lho..) ahli waris kita cuma dapet sejumlah antara Rp. 50-Rp. 250 juta itu.  Dengan dana hanya segitu, cukup ngak ahli waris dan anak-anak kita bertahan hidup sampai mereka dewasa (eng ing eeeeeeenng).
Kita pasti mikirnya ngak laaahh…mana cukup uang segitu, palingan cukup untuk hidup beberapa tahun aja. Makanya disebut diatas perlindungan alias proteksi yang kita miliki di Unitlink minim.
Banyak Biaya dan Mahal
Kalo asuransi tradisional dikenal simpel karena ngak banyak fitur-fiturnya.  Nah, Unitlink kan asuransi yang jelimet, jadi wajar kalo banyak banget biayanya, jadinya mahal deeeeeeehhh….. Semakin jelimet… semakin ngak ngerti atau sulit dimengerti… semakin bagus kayaknya yaaaa……..  Nah, Apa aja jenis-jensi biayanya, nti silahkan dibaca di buku saya #SHOCKINGUNITLINK ya..
Jangan lupa juga… rata-rata di hampir semua perusahaan asuransi (saya bilang hampir yaaa… ngak semua… ntar gw dimarahin lagi sama agen yang bete baca blog ini… kalo dah bete jangan dibaca kaleeee) bahwa setiap produksi dari seorang agen maka atasannya akan mendapatkan komisi tambahan (istilahnya override) hampir mirip-mirip kayak MLM deh, dari mulai agen, naik ke leader, sampai branch manajer konon dapet bagian.  Dan semua biaya itu siapa yang bayarin?  Yes yes udah pasti dari kita sebagai klien yang membeli polis asuransi.
Jadi jangan kaget kalau kita baca polis asuransi kita (kalo baca yaaa)  secara hati-hati mereka akan memberi tahukan bahwa premi yang kita bayarkan ditahun pertama biasanya 75%-90% akan hilang.. alias kita tidak akan melihat premi kita lagi.  Biaya ini sering disebut dengan biaya akusisi yang dibebankan ke kita istilahnya front load.  Di tahun kedua sampai kelima akan bervariasi besaran biaya yang dibebankan.  Itulah sebabnya jangan heran kalau agen kita akan membujuk merayu (setengah memaksa) untuk kita “TOP UP” alias menambah porsi untuk investasi diatas premi yang harus kita bayarkan supaya kalau (suatu hari) kita sampai periksa uang kita kita tidak kaget kalau premi kita ditahun pertama hilang alias lenyap alias gone….karena masih ada uang kita yang “top up” tadi… hiyaaaaaa…
Masih blom selesai nih… it’s just getting more fun

Investasi Tidak Maksimal
Kalau sebelumnya bahas dari sisi asuransi sebagai proteksi, nah sekarang kita bahas sebagai produk investasi jadi harus dibandingkan dua2nya.  Produk yang menyamai investasi di unitlink ini adalah ReksaDana, mari kita coba bandingin.
Kalau unitlink di Indonesia tidak memilih reksadana langsung (seperti UnitLink di Amerika Serikat dulu) akan tetapi dibuatkan produk yang menyamai mirroring dari reksadana yang dijual & kelola oleh perusahaan Manajer Investasi yang mengelola unitlink tersebut. Herannya, ReksaDana yang menjadi acuannya bisa memberikan return atau hasil investasi yang tinggi, sementara hasil investasi didalam unitlink ini (yang mirip lhooo) berbeda cukup jauh.
Sebagai contoh kami di Akbar’s Financial Check Up sudah melakukan beberapa kali riset pasar untuk beberapa produk unitlink.  Hasilnya cukup mengejutkan.  Selisih hasil investasi antara produk didalam unitlink (beda-beda yaaaa) dengan produk reksadana yang mirip tadi bisa antara 5%-20% malah ada yang sampai 30%an…(wwwoowwwww… banyak banget bo). Pernah kejadian IHSG naik cukup tinggi ada satu ReksaDana saham dari suatu manajer investasi membukukan hasil investasi sampe 60% tahun itu.  Sementara hasil investasi pada unitlink yang dananya dikelola oleh perusahaan manajer investasi yang sama hanya sanggup memberikan return (hasil investasi bacanya….) sebesar 28%… OH MY GOD… selisih nya kemana yaaaaa???…………. (wondering)…hayoooooooo

Tidak Transparan
ReksaDana produk pasar modal yang sudah diatur dengan undang-undang tersendiri yang sangat ketat dan ReksaDana harus transparan ke investor.  Kenapa harus transparan?  Karena ReksaDana sebenarnya dimiliki oleh investor.  Itu sebabnya investor ber hak untuk mendapatkan informasi tentang investasi mereka di reksadana.
Nah, sementara produk unitlink tidak termasuk kategori produk investasi ReksaDana.  Karena bukan ReksaDana Itulah sebabnya tidak ada kewajiban dari unitlink untuk transparan kepada investor dimana uang mereka ditanamkan, bahkan bagaimana cara perhitungan dari Nilai Aktiva Bersih (NAB) dari unitlink juga tidak  diwajibkan untuk dipublikasikan dan tidak tau cara menghitungnya (apalagi menyangkut biaya-biayanya).  Sehingga tingkat transparansi dari produk ini sangat sangat rendah. (capek deeeeeeeeehhh…)
Tidak Fleksibel
Ceritanya kalau kita pakai unitlink maka kita “dipaksa” untuk berinvestasi setiap bulan (apabila premi dibayarkan bulanan).  Poin ini bisa menjadi positif akan tetapi bisa juga menjadi negatif (setelah posting kelemahan ini, di posting berikutnya saya akan kasih kelebihannya… biar adil yaaaa… ntar gw ngak dimarah2in sama “oknum” unitlink yang sakit hati karena produknya gw kulitin)… Masalahnya hidup kita naik turun ngak selamanya senang dan punya duit banyak buat bayar premi  yang mahal itu (cieeeeeee kudu disebut yak mahalnya), kita belum tentu setiap saat bisa melaksanakan komitmen premi yang wajib kita bayarkan.  Akibatnya polis asuransi kita bias mati alias lapse. (nah lhoooo.. nah lhoo), jadi kita akan kehilangan manfaat dari asuransi kita.
Kalau kita pisahin antar asuransi & investasi, kalo duit lagi pas-pasan (karena kondisi darurat atau mendesak), kita bisa kurangin atau bahkan stop bagian investasi kita, tanpa takut kehilangan proteksi asuransi.
Dah ngerti blom?????…… hahahah abis baca ini pasti banyak oknum-oknum agen yang kesel karena produknya dikulitin kan? dah gitu bisa dibaca oleh umum.  Jangan takut brotheeeerr dan sisteeeerr… setiap produk selalu punya kelebihan dan kekurangannya… nah next posting saya akan coba (usaha sedemikian keras mencari kelebihannya) untuk di posting… tapi tentu juga dengan embel-embel komentar dari saya yak… c u in the seri no 5.
TABIK
UNITLINK, SERI 5
Masih nungguin tulisan ngak sih? berhubung minggu ini lagi ribeeeettt banget sama acara talkshow plus mau ada KopDar kan, jadi tulisan yang seyogianya (cieeeeee bahasanya) terbit alias di posting setiap Senin, Rabu dan Jum’at (khusus Jum’at tentang Syariah) jadi minggu ini kita buat dulu di hari Selasa n Kamis yak… ya ya ya  Daaaaann seperti janji saya di tulisan seri terakhir dimana saya kulitin itu produk UnitLink dengan Kelemahannya, maka sekarang agar fair saya juga harus memberikan info (beruaha keras) untuk melihat Kelebihannya…  But Please teman-teman Agent, kalau pakai tulisan Kelebihan ini untuk jualan kita HARUS dan WAJIB memberi tahukan Kelemahannya juga kepada calon client ya, biar lebih fair donk, jangan jual yang bagus-bagusnya aja (btw anyway bussway klien jaman sekarang pinter-pinter lho).
Anywaaaayyy buuuusswaaayy…. mari kita mulai dengan kelebihan unitlink yang pertama….

Pajak
Jujur sewaktu jadi Perencana Keuangan di Amerika Serikat, feature pajak inilah yang menjadi jualan kitalan di Produk UnitLink baik itu berupa Universal Life maupun Variable Life.  Kenapa pajak? karena semua komponen dari hasil keuntungan dari asuransi maupun pengembangan investasi di asuransi Unitlink tidak kena pajak.  SAYANGNYA (hayoooo tetep ada kelemahannya yaaa).. fitur ini di Indonesia tidak bisa di maksimalkan (kecuali yang ngerti… dan yang ngerti selain saya keliatannya baru segelintir aja termasuk murid-murid yang pernah ambil kelas Intermediate di IARFC kita, seperti apa cara pakainya?…..waaaahhh sorry sorry sorry jek…..yang ini rahasia dapur bos ngak bisa di sharing), kenapa tidak bisa maksimal di Indonesia, salah satunya adalah karena ada produk lain  contohnya ReksaDana. Maksudnya apa? Itu ada dibuku SHOCKING UNITLINK saya. Itulah sebabnya UnitLink di Indonesia tidak bisa ber kompetisi melawan produk ini.
Disiplin
Nah, ini biasanya selalu dipakek sebagai alasan alias sales pitch ato cara jualan untuk para agen… dan hebatnya kita juga meng iyakan bujukan ini.  Berfikir bahwa kalau tidak “dipaksa” bayar premi kita tidak bisa menabung setiap bulan?  bener ngaaaakk… hayooo ngaku.  Yakin kita tidak bisa nabung / investasi setiap bulan?  It’s only about a habit kok. Lagian kalau kita sudah menggunakan jasa seorang Perencana Keuangan Profesional yang berpengalaman 16thn di US dan Indonesia (saya maksudnya…. Sorry yak jualan bo) kita sudah akan kami “paksa” untuk investasi… dan hasilnya? oalah!!! jauuuhh lebih maksimal.

Kemudahan
Hahahahaha jujur ini juga sales pitch alias cara dagang yang sering dilakukan.  Dan sudah pasti kita akan terbuai dengan cara dagang ini, karena 8 dari 10 orang yang datang ke saya untuk konsultasi ketika saya tanya “kenapa kita membeli produk ini” maka jawabannya adalah seperti dibawah ini (kemudahan).  Artinya “brainwash” tersebut telah berhasil masuk dikita sehingga tidak melakukan perhitungan dengan lebih detil lagi. Dan justru disinilah letak permasalahannya.  Tawaran Kemudahan ini sering dijual kepada kita bahwa kita dapat berinvestasi tapi di cover oleh sebuah asuransi atau kebalikannya, kita membeli asuransi tapi bisa sekaligus berinvestasi.  Cara mikir & jualannya sebenernya Ngak salah siiiiih, SELAMA kedua produk tersebut bisa kasih hasil yang maksimal.  Sayangnya (dibahasan seri 4 lalu udah kita bahas) produk ketika digabung (2 jadi 1) tidak bisa memberikan hasil yang maksimal.  Itulah sebabnya, yang seharusnya Kemudahan ini menjadi kelebihan alias selling point tapi malah menyebabkan bencana bagi kita yang berfikir bahwa kita mendapatkan keuntungan dari kemudahan ini.

Jum’at lalu baru saja salah satu teman yang bertemu (lupa entah dimana) bisa aja di FB ataupun Twitter, datang ke kantor untuk berkonsultasi dengan salah satu associate di Akbar’s Financial Check Up (i think you know who you are… heheh).  Beliau terpana dan menitikan air mata ketika mengetahui bahwa premi yang dia bayarkan selama 2 tahun pada produk unitlink tersebut (dengan harapan ada tabungan/investasi) hanya sedikit yang bisa diambil dan setelah dikurangi biaya-biaya termasuk penalty dll… guess what.. dia tidak mendapatkan apa-apa.  Jadi dana yang sudah dibayarkan selama 2 tahun dengan nominal lebih dari Rp. 20juta itu hilang begitu saja…. Ironic.

Kalau ada 1 orang yang seperti itu, berarti masih ada ratusan atau bahkan ribuan orang lain diluar sana yang membuat kesalahan yang sama.  Apabila kita mempunyai uang banyak sih ngak apa-apa ya.  But if you only have small money… then you will be in trouble… makanyaaaa… bayar Independent Financial Planner seperti di Akbar’s Financial Check Up ngak akan nyesel kok… at least keuangan akan teratur kan… hahaha

Di seri berikut kita akan membahas gimana n apa yang harus dilakukan kalau dah terjadi… alias kejadian.. tapi cara yang paling simpel aja ya… karena setiap orang dengan ratusan produk yang berbeda treatmentnya akan beda…
TABIK

UNITLINK, SERI - 6
Lanjut lanjut…. mau bang.. lanjut… terus…. Kupas tuntas.. kulitin.. itu semua jawaban dari isitwitter dan facebook kalo saya tanya apakah masih mau baca posting tentang unitlink ini? Ada yang nada nya mendukung karena mau belajar, ada juga yang saya tau kayaknya sepertinya juga agen asuransi (tau dooonnkk, kan keliatan dari cara ngomongnya) juga pengen tau saya ngomong apa tentang produk yang we love to hate dan hate to love ini.
Anyyywaaayyy buussswaaay… Nah dengan banyaknya kesalahan yang telah terjadi…(ingat 9 dari 10 nasabah atau calon nasabah yang datang ke kantor Akbar’s Financial Check Up melakukan kesalahan ketika membeli asuransi jiwa – khususnya unitlink) pertanyaanya adalah dimana letaknya dan siapa yang melakukan kesalahan ini?.  Tidak bermaksud untuk mencari siapa kambing hitam (heran kok selalu kambing hitam ya? knapa ngak kambing putih atau kerbau hitam…. apa seeh) marilah kita telusuri siapa biang keroknya disini.  Ada beberapa pihak yang bertanggung jawab dan berperan atas kejadian ini.
Pertama mari kita lihat peran perusahaan asuransi.  Biar bagaimanapun yang namanya perusahaan yang tugasnya cari untung dooonnkk.  Masalahnya kalo nasabahnya kemudian merasa dirugikan itu etis ngak.  Kalo ada kesalahan, biasanya perusahaan asuransi berdalih oooohhh itu agen nya yang salah jual.  Perusahaan asuransi berlindung dibelakang pasal-pasal dipolis yg jelimet pakek bahas hukum n ditulis kecil2.  (ini dah standard ya).  At the end… hey.. bisnis runs to make money and profit kan?
Pihak lain yang juga bikin heboh dan penting adalah Agen asuransi itu sendiri.  Kenapa penting?  karena agenlah yang mencari calon nasabah, mendekati, mengejar-ngejar, membujuk, merayu, memberikan informasi sampai nasabah (yang biasanya tidak ngerti apa-apa) akhirnya menyerah dan mau membeli polis asuransi yang ditawarkan meskipun tidak mengerti (meskipun ngak semua siiiih masih ada kok yang jualannya bagus n bener kan).  Nah, Banyak nasabah yang kecewa ketika mengetahui (baru mengetahui setelah dikasih tau Financial Planner Independen seperti kita di AFC) bahwa premi yang mereka bayarkan ditahun ke 1 hangus alias lenyap, belum lagi tahun ke 2-5.
Cara perusahaan asuransi nge bujuk agen untuk jualan adalah…. tentu saja… komisi yang besar (ada agen yang kaya sekali dengan penghasilan ratusan juta lho per bulan…..sementara nasabahnya menangis kehilangan uang preminya ditahun ke 1 sampai tahun ke 5 yang hilang), sampai agen jalan-jalan (istilah asuransi: conference) yang dibayarin oleh perusahaan asuransi yang uangnya sudah barang tentu dari nasabah yang menangis tadi.  Salahkah agen? well.. they are there to make a living… ceritanya kan mereka juga cari makan kan.
Selain itu ada juga regulator.  Wah susah komen nya kalau yang ini hahaha… Yang pasti ijin menjual unitlink yang mudah didapat ini turut serta dalam kurangnya agen meng-edukasi dan menjelaskan produk unitlink ini dengan benar ke calon klien.  …
Nah yang terakhir penyebab utama dari kehebohan Unitlink ini adalah KITA sebagai klien.  Yes… it’s you…  Sebelum menyalahkan orang lain tunjuk diri kita sendiri… Kenapa kita beli produk ngak ngerti yang dibeli? hayooooo ngakuuu….Kenapa kita kalau tidak mengerti tidak bertanya ke orang lain??  Atau bertanya ke Financial Planner Indenpenden??  ooohhh takut ya kalau bertanya trus disuruh bayar??  Atau ngak mau rugi masa tanya advice aja harus bayar jutaan??  hahaha It’s your hard-earned money alias uang yang kita dapat dengan kerja keras.
Ketidak mau rugian kita sebagai calon nasabah menyebabkan justru kita rugi berkali lipat.  Coba hitung premi tahun pertama kita yang sudah kita bayarkan ke produk unitlink yang hilang tersebut.  Saya berani taruhan kita sudah bayar antara 5 juta sampai dengan puluhan juta premi ditahun pertama yang hilang tersebut.  Nominal tersebut sama saja dengan kita membayar jasa seorang Perencana Keuangan Independen berpengalaman seperti di AFC lho…..  penyesalan memang selalu datang belakangan.
So kesimpulan dari tulisan ini…. ini adalah kesalahan kita bersama… renungkanlah… so kita sebagai calon nasabah sebenarnya sangat bertanggung jawab terhadap kesalahan kita sendiri.  Ketidak mau rugian kita, keingin praktisan kita, ke tidak tahuan kita, dan banyak ke tidak tidak dan tidak tadilah yang dimanfaatkan oleh “Oknum” untuk menawarkan produk keuangan yang mungkin tidak cocok dengan kebutuhan kita.  So, do your homework.  Lakukan riset dengan baik sebelum kita menempatkan uang kita…. c u di seri berikutnya… masih lanjut n blom abis nih…
TABIK
UNITLINK, SERI -7
Baaaannggg Aidil Akbar… ampuuuuuuuuunnnn…  saya sebagai agen merasa produk jualanku ini dikulitin habis-habisan dengan tulisan Bang Akbar di blog, bantu saya untuk jadi agen yang bagus dan membantu nasabah donk baaang; itu kira-kira pesan yang saya terima dari beberapa orang yang kemudian menyadari apa yang telah mereka perbuat selama ini. Meskipun ada juga yang mencak-mencak atau bahkan niat memusuhi saya hahaha  tapi ngak apa-apa deh sudah konsekwensi kalau ada yang suka pasti ada juga yang benci kan.
Anyyywaaayyy  busssswwaaaayy….. Nah supaya fair juga sekarang kita ajarin nih buat para Agen yang ingin tetap di bisnis ini untuk jangka panjang, marilah kita bersama-sama coba mendidik nasabah kita dengan benar, supaya nasabah juga ngak takut sama produk asuransi.  Buat kita yang ingin membeli produk asuransi atau juga ketemu agen, beberapa tips ini bisa dipakai sebagai masukan dan bahan perbandingan dan penilaian apakah agen yang menawarkan anda mengerti apa yang mereka bicarakan dan apakah anda ingin membeli produk asuransi yang ditawarkan oleh agen tersebut.
  1.  Kalau anda mengaku sebagai agen asuransi, maka coba tawarkan produk jualan nya sebagai proteksi asuransi.  Jelaskan dengan benar apa itu manfaat proteksi.
  2. Pake konsep Perencanaan Keuangan setiap menawarkan produk asuransi.  Lakukan perhitungan dengan benar dari kebutuhan-kebutuhan asuransi.  Setiap orang punya perhitungan uang pertanggungan alias perlindungan yang berbeda.  Kalau ngak ngerti cara ngitungnya ikut deh sekolah Financial Planning di International Association of Registered Financial Consultants www.IARFCIndonesia.com, btw ini bersertifikat dari Amerika lho.. awas jangan salah pilih..
  3. Selalu persiapkan untuk menawarkan produk asuransi jiwa berjangka atau TermLife kepada nasabah kita, khususnya nasabah masih muda atau keluarga muda yang masih mempunya banyak kebutuhan keuangan dan investasi lainnya sehingga hanya membutuhkan asuransi sebagai perlindungan.  Saya tidak mau mendengar alasan “Kita tidak punya produk TermLife”.
“Lho terus gimana dengan kami-kami yang memang tidak punya produk tradisional?”, “kita cuma punya unitlink”,  Begitu kira-kira ngeles nya kan? hahaha.  Well ok deh saya ber simpati… saya kasih cluenya dikit aja, lengkapnya ada dibuku saya SHOCKING UNITLINK
A. Hitung kebutuhan klien dengan benar (banyak yang ngak benar & kurang soalnya nih)
B. Jangan pernah menawarkan produk unitlink sebagai produk 2 in 1
C. Jual sebagai asuransi aja, maksimalkan premi masuk ke keranjang asuransi.
D. Beli UP tambahan kalau kurang, karena premi unitlink kan mahal
Naaaaaahhhh wahai teman-temanku tercinta para agen udah ngerti kaaaaann… jadi ngak ada lagi ya alasan jualan unitlink yang salah.  Seri berikutnya kayaknya seri terakhir untuk topik ini… dan seri yang ditunggu2… stay tuned

TABIK

UNITLINK, SERI 8 (tamat)
Yihaaaaaaaaaaaaaaa kembali di posting UnitLink seri 88 (dah kayak densus 88 aja)…..Berani jamin dan taruhan (ngak Syariah nih..) dari semua tulisan gw tentang UnitLink seri 1-7 jujur pasti kalian sangat menunggu-nunggu tulisan yang ini kan?yakin banget… hayo  Ngakuuuuuuuu dah salah beli.. salah semua.. duit ngak balik, investasi berantakan… trus what next? what should I do? Apakah diteruskan atau dibatalkan? apakah kalau diteruskan saya rugi? bagaimana kedepannya? bisa ngak saya untung lagi? atau bisa ngak uang saya kembali???? dan seribu seratus pertanyaan lain yang saya yakiiinnn banget kalian mau tau jawabannya… kan kan kan???
Anyway busway… jujur terus terang lagi… porsi ini adalah porsi yang paling sulit untuk dijelaskan, karena di Indonesia ada puluhan perusahaan asuransi dengan produk asuransi yang berbeda-beda (itu baru unitlink) nya aja, blom asuransi jenis tradisional lainnya.  Oleh sebab itu akan sangat sulit untuk memberikan jawaban yang bisa di generalisir dan dipergunakan oleh khalayak umum (cieee bahasanya) karena masing-masing kasus berbeda. Saya akan coba memberikan hal-hal yang paling mendasar dulu ya.  Selebihnya… ya terserah anda-anda sekalian.. (ngak mecahin masalah ya?) *kabuuuuurrr*…
Perubahan Kesehatan
Hati-hati dalam membatalkan polis yang sudah dibeli apabila dalam kurun waktu perlindungan yang sudah anda  salah beli ini mungkin saja telah terdapat perubahan / penurunan kesehatan.  Hati-hati kalau sudah terjadi perubahan kesehatan mungkin belum tentu bisa mendapatkan coverage atau perlindungan untuk penyakit yang sudah anda derita, Kalaupun bisa biasanya kena extra premi.
Proteksi Pengganti
Kalau anda tidak punya asuransi namanya un-insured dan posisi tersebut berbahaya.  Sejelek-jelek asuransi salah beli yah tetep jelek yang salah beli hahahah… maksudnya paling ngak masih punya polis asuransi lah.  Meskipun kalau anda sakit atau meninggal cuma dapet uang 50jt atau 100jt atau 150jt atau 250jt…cukup ngak tuh?  Jangan ngebayangin biaya-biaya serta premi yang akan hilang yang sudah anda bayarkan… siap-siap nangis darah deh..
Pengembalian Dana & Biayanya
Biaya yang diterapkan, khususnya di 5thn pertama polis UnitLink sangat tinggi, sehingga “balik” modal menjadi tidak ada yang pasti.  Mengapa?  Kaena ada beberapa sebab, yaitu setiap perusahaan asuransi mempunyai skema biaya yang berbeda.  Yang pasti selalu sama adalah bahwa diawal-awal tahun anda akan terkena biaya yang sangat besar (note: untuk front load policy).    Belum lagi ngitung hasil investasi kalau anda tempatkan uang anda di produk lain (contoh deposito deeehh… ) nah lho…Ini juga belum memperhitungkan biaya pengembalian dana yang katanya kena “Penalty” hahahha udah jatuh kejedot ubin ditimpa pakek tangga yang diatasnya ada pot bunga.  Appeeesss..
Ngomong-ngomong hasil investasi tadi udah maksimal blom?, Pengalaman teman-teman yang sudah kita bantu tarik ada yang rugi dari “cuma” 25% sampai rugi 90%… huaaaaaahhh duit semua itu..nangis bombaaaayy….*btw kenapa harus bombay ya? kenapa ngak bawang putih atau seledry*
Belum Tentu Harus Ditutup
Udah pada bete, kesel, marah, rugi, dll dkk deh pokoknya ya…. nah sekarang gimana cara beresinnyaaa…apakah saya harus nutup polis saya?
Jawabannya belum tentu langsung menutup polis anda…. akan tetapi yang sudah pasti menghentikan pembayaran premi anda untuk mencegah kerugian yang lebih lanjut lagi.  Nah… karena setiap orang yang sudah salah beli ini punya banyak sekali kemungkinan-kemungkinan tergantung dari:
1.  Jenis Produk Asuransinya
2. Perusahaan Asuransinya
3. Loading fee nya (front atau back load)
4. Usia
5.  Kesehatan
dan lain sebagainya sampai lebih dari 10 kombinasi
Kebayangkan banyak banget kombinasinya kan… Mungkin saja (saya bilang MUNGKIN yaaaaa… jangan salahin kalau kalian salah nutup/action) menutup polis yang belum berumur 1 tahun suatu tindakan yang tepat, akan tetapi melihat banyaknya kombinasi yang lain kita tidak bisa secara gegabah untuk melakukan itu tanpa persiapan-persiapan yang tepat.
So… balik lagi baca dari atas… dan berhati-hati sebelum mengambil tindakan. Good Luck, sampai ketemu di topik berikutnya, plus sampai ketemu di #KopDarAFC membahas tentang UnitLink ini… dan jangan lupa baca buku SHOCKING UNITLINK untuk bahasan yang lebih detil lagi tentang produk ini.  Untuk mendapatkan buku bisa menghubungi Mia di info@akbarfinancialcheckup.com
TABIK!!